METODA PENGOBATAN MENURUT RASULULLAH

A. PENGOBATAN NABAWI (THIBBUN NABAWI)

Pengobatan Nabawi adalah metode pengobatan yang dijelaskan oleh Nabi kepada orang yang mengalami sakit tentang apa yang beliau ketahui berdasarkan wahyu. Metode pengobatan ini sangat myakinkan untuk menjadi sebab kesembuhan, sedangkan pengobatan lain lebih banyak merupakan hipotesis (dugaan).

Pengobatan ini bersandar kuat kepada akidah Islamiyah yang menyatakan bahwa Allah adalah pemilik alam semesta ini, bahwa di tangan Allah terletak kesembuhan. Dia yang memberikan kesembuhan kepada manusia. Ketika Ibrohim mengatakan, “Jika aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku” (Asy-Syu’aro’ [26]: 80), tidak lain pernyatan ini merupakan penegasan tentang hakikat dan akidah yang seyogyanya tidak hilang dari hati setiap muslim.

Pengobatan Nabawi sifatnya pasti, qoth’i, dan ilahi, bersumber dari wahyu, pelita kenabian, dan kesempurnaan akal. Adapun pengobatan lainnya kebanyakan berlandaskan pikiran, dugaan, dan percobaan-percoban. Memang tidak perlu dibantah bahwa banyak orang sakit yang tidak merasakan manfaat pengobatan Nabawi, karena yang bisa mendapatkan pengobatan Nabawi adalah siapa yang mau menrimanya dengan percaya dan yakin akan diperolehnya kesembuhan.

Nabi juga menegaskan bahwa Allah memberikan kesembuhan kepada siapa yang mengupayakan sebab-sebabnya, dengan syarat hendaklah ia meyakinkan bahwa obat merupakan sebab semata, obat sendiri tidak memiliki kemampuan alamiah untuk menyembuhkan, kecuali bila Allah menghendaki hal itu.

Maka, kita berkewajiban mengupayakan sebab-sebab, karena Nabi memerintahkan dan melaksanakannya. Ketika sakit, beliau berobat. Di samping itu, kita juga harus memiliki sifat sabar, karena bersabar terhadap penyakit berpahala surga, sebagaimanaterdapat dalam hadits tentang seorang wanita yang terkena penyakit ayan. Ia menerima dan bersabar terhadap penyakit itu dengan harapan mendapat pahala surga.

B. PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN DALAM ISLAM

  1. Keyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Pengobatan harus dilakukan secara ihsan dan sesuai dengan syari’at islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah).
  2. Menggunakan obat halal dan thoyyib (baik), serta tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram atau tercampur dengan bahan yang haram.
  3. Pengobatan yang tidak membawa mudharat (bahaya), tidak mencacatkan (merusak) tubuh.
  4. Tidak berbau takhayul, khurafat, dan bid’ah.
  5. Mencari yang lebih baik, berdasarkan kaedah Islam dan ilmu-ilmu perobatan.
  6. Mengambil sebab melalui ikhtiar (berusaha) serta tawakal (berserah diri).

C. BEBERAPA PEDOMAN PRAKTIK PENGOBATAN NABAWI

  1. Pengobatan dengan Bekam

Bekam1

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin (racun) atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Toksin atau racun adalah endapan racun/ zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung toksin atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, sehingga system peredarannya tidak lancar. Timbunan racun/ toksin yang terdapat dalam darah manusia menyebabkan tidak berfungsinya mekanisme pertahanan tubuh (system immune tubuh).

Timbunan racun dalam darah sedikit demi sedikit akan menganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Akibatnya badan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan dan cepat naik pitam. Di tambah lagi dengan angin yang sukar di keluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh mudah terkena jangkitan penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, kanker, diabetes, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan.

Waktu yang baik melakukan bekam

Dari Anas RA, berkata Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda’ain dan tengkuk. Beliau
berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 bulan hijrah (HR. Tirmidzi:51/Hasan). Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21, maka itu akan menyembuhkan
semua penyakit” (HR. Abu Dawud, (3861), hasan). Ibnul Qoyyim berkata: ” Semua hadits ini sesuai
dengan kesepakatan para tabib bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan hingga pekan ketiga
dari setiap bulan, lebih bermanfaat daripada berbekam pada awal bulan maupun akhir bulan.
Namun, bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja itu
dilakukan, maka tetap bermanfaat, meski di awal bulan atau akhir bulan.”

Khasiat dan Manfaat Bekam

  • Mengeluarkan darah kotor
  • Meringankan tubuh
  • Menajamkan penglihatan
  • Menghilangakan berbagai macam penyakit

2. Pengobatan dengan Habbatus Sauda

habbasauda-asli

Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia pernah mendengar Nabi bersabda”Sungguh dalam habbatus sauda itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam” saya bertanya ‘Apakah as-sam itu?’ beliau menjawab, ‘kematian’ . dalam riwayat muslim “tidak ada satupun penyakit, kecuali obatnya terdapat pada habbatus sauda, kecuali kematian. Dalam riwayat muslim: “Tidak ada satu pun penyakit, kecuali obatnya terdapat pada habbatus sauda, kecuali kematian” . Manfaat Habbatus Sauda` menurut hasil penelitian:

  • Antioksidan, anti radang, dan anti alergi
  • Mengobati gangguan pencernaan
  • Melawan kanker
  • Memperkuat imunitas tubuh
  • Meningkatkan memori dan konsentrasi
  • Meningkatkan bioaktivitas hormone
  • Menetralkan toksin
  • Mengatasi susah tidur dan stress
  • Suplemen nutrisi, dll.

Biji habbatus sauda mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak asiri, 15 jenis sam amino, protein, kalsium, besi, sodium, potasium. Kandungan aktifnya yang paling penting adalah thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymothydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Pengaruh habbtus sauda adalah terhadap sistem kekebalan tubuh manusia.

3. Pengobatan dengan Madu 

madu

Dalam sunnah Nabi terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan, menyebutkan tentang manfaat-manfaat madu serta menjelaskan pentingnya madu dalam penyembuhan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah bersabda, “Kesembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni minumlah madu, sayatan alat bekam, dan sundutan api. Aku melarang umatku berobat dengan sundutan api”. Nabi juga bersabda, “Jika dia sebagian obat-obatan yang kalian gunakan terdapat kebaikan, mka itu terdapat dalam minuman madu, sayatan alat bekam, atau sundutan dengan api, tetapi aku tidak suka berobat dengan sunditan api”. Manfaat madu diantaranya:

  • Antibakteri, anti radang, dan antioksidan
  • Madu menyehatkan gigi dan gusi, memutihkan gigi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lainnya.
  • Mengobati diabetes,mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung,membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, dll.

4. Pengobatan dengan Kam’ah, Itsmid, dan Celak

462-2Tcelak

Rasulullah bersabda: “Kam’ah termasuk al-mann, artinya menyembuhkan mata”. Kam’ah digunakan sebagai celak, akan lebih bagus bila ia digunakan bersama itsmid. Dari Salim dari ayahnya, dimarfu’kannya “Itsmid itu memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata”. Beliau bersabda “Sebaik-baiknya celak kalian adalah itsmid, yang digunakan sebelum tidur, sesungguhnya ia bisa memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata”.

Unsur dingin dan kering, bisa menjadi sarana yang bermanfaat menguatkan penglihatan mata, menguatkan urat-uratnya, dan memelihara kesehatannya. Ia menghilangkan daging yang berlebihan dalam luka-luka dan bisul-bisul di mata, membersihkan kotorannya, menghilangkan pusing apabila digunakan bersama madu dan air.

5. Pengobatan dengan Talbinah

barley

Talbinah adalah air jelai mendidih. Kandungan gizinya lebih besar dibandingkan dengan tepungnya. Ia merupakan obat yang berkhasiat mengobati batuk danradang tenggorokan, cocok untuk menghilangkan amandel, melancarkan buang air kecil, membersihkan isi lambung, mamuaskan dahaga, dan memadamkan rasa panas. Talbinah lebih bermanfaat daripada sop, berkhasiat menghilangkan penyakit fisik maupun kejiwaan. Disebut dengan talbinah karena setelah dimasak warnanya putih mirip susu. Ada beberapa metode penyajian, di antaranya adalah dtrendam, dimasak, atau ditepung. Setiap metode penyajian dari talbinah ini memiliki cara penggunaan yang khas, tetapi metode penggunaan yang paling bermanfaat adalah diminum, dengan dicampur madu.

6. Pengobatan dengan Ud Hindi atau Qusthul Bahri

ud-i-hindi

Ud Hindi adalah tumbuhan dari famili jahe-jahean, yang digunakan adalah akarnya yang kering, rasanya pahit dan aromanya tajam. Rasulullah bersabda “Berobatlah dengan ud hindi, karena di dalamnya terdapat tujuh kesembuhan, dimasukkan melalui hidung untk ‘udzroh (amandel) dan dimasukkan melalui mulut untuk dzatul janbi”

7. Pengobatan dengan Kencing dan Air Susu Unta 

camel-milk_1

Air susu unta berkhasiat membersihkan dan melunakkan, melancarkan buang air kecil, membuka sumbatan-sumbatan, apabila ia sering digembalakan di syih, qoishum, babung, aqhawan, idzkhir, dan sebagainya. Beberapa manfaat medis dari air susu dan air kencing unta :

  • Mengobati sebagian penyakit limpa dan malaria
  • Air susunya bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit kencing manis dan kurang darah
  • Air susu unta digunakan untuk membersihkan perut, dan ia dikategorikan sebagai zat pencuci perut
  • Membunuh bakteri-bakteri berbahaya yang terdapat dalam sistem pencernaan, memelihara berat badan, dan menguatkan tulang.
  • Digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit hati
  • Untuk mengobati penyakit-penyakit dada, seperti tuberculosis paru-paru, bronchial asthma
  • Hydrocephalus
  • Anemia, gangguan pada limpa, dan wasir
  • Dijadikan resep untuk nutrisi orang-orang yang terken Biliary Atresiv

Video Bekam 

REFERENSI

  • Aiman bin Abdul Fattah. 2004. Keajaiban Thibbun Nabawi. Solo: Daru sh-Shohifah
  • Nizar D, Muhammad. 2002. Hidup Sehat & Bersih Ala Nabi. Jakarta: Hikmah.
  • Pandi W, Emma.  2010. Sehat Cara Al-Qur’an & Hadis. Jakarta: Hikmah.

PRINSIP PENYEMBUHAN

1. Penjagaan Kesehatan

Allah berfirman, “…. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…” (Al-Baqarah [2]: 184). Dalam ayat ini Allah membolehkan orang yang musafir untuk berbuka puasa, demi menjaga kesehatan dan kekuatannya.

2. Pembersihan

Allah berfirman, “…. Jika ada di ataramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban…” (Al-Baqarah [2]: 196). Dalam ayat ini, Allah membolehkan orang sakita tay orang yang ada gangguan di kepalanya, entah berupa kutu, gatal-gatal, atau lainnya, untuk mencukur kepalanya pada saat melaksanakan ihram.

3. Pencegahan Penyakit

Allah berfirman, “… Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanh yang baik (suci)…” (Al-Maidah: 6). Allah membolehkan orang yang sakit untuk menggunakan debu sebagai pengganti air, demi mencegah terjadinya hal yang menyakiti dirinya.

AL-QUR’AN DAN MADU

a. Pengobatan dengan Al Qur’an.
Menerut Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya At Thibun Nabawy bahwa penyakit itu digolongkan 2 jenis yakni menyakit bathin dan penyakit dhahir (fisik). Penyakit batin adalah penyakit yang berkaitan dengan jauhnya batin (hati) seseorang dari Allah Swt. Penyakit ini menyerah unsur ruh manusia seperti keranjingan, kesurupan dsb. Pengobatan penyakit ini adalah dengan Al Qur’an (Ibadah, do’a, ruqyah syar’iyah). Sedangkan yang kedua, adalah penyakit Dhahir (fisik). Penyakit ini obatnya adalah dengan obat-obatan dokter yang sesuai dengan al Qur’an.


b. Pengobatan Dengan Madu

Allah Swt berfirman “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An Nahl:69).
Madu, merupakan makanan juga obat yang dinyatakan oleh Allah Swt dalam al Qur’an. Oleh karena itu Rasulullah Saw amat gemar menggunakan madu sebaga makanan maupun sebagai obat-obatan. Bahkan Beliau saw paling suka meminum madu di pagi hari dengan dicampur air dingin. Hal itu dimakdsudkan untuk menjaga atau mengobati penyakit usus. Keunggulam madu sebagai makanan dan obat dikarenakan ia di hasilkan dari lebah yang menghisap nectar bunga. Selain madu, rasulullah juga seringan menggunkan makanan atau tumbuhan sebagai pengobtan seperti : habatus sauda, kurma, mentimun mesir, susu kambing, dsb. Dari sinilah ada sebagian ulama yang menafsirkan madu sebagai obat-obatan alamiah.

PRINSIP – PRINSIP PENGOBATAN RASULULLAH SAW

1. KEYAKINAN BAHWA ALLAH SWT YANG MAHA PENYEMBUH
Bila memperhatikan pengobatan modern sekarang sungguh banyak yang bertolak belakang dengan prinsip pengobatan Rasulullah Saw. Manusia sekarang banyak beranggapan bahwa obat bisa menyembuhkan penyakit. Keyakinan ini adalah keyakinan yang batil bahkan bisa menjurus kepada syirik. Seorang ulama dari Malaysia H Ismail bin Ahmad mengungkapkan bahwa rata-rata pasien muslim yang berobat ke rumah sakit, setelah sembuh sakitnya mereka semakin jauh dari Allah Swt dikarenakan mereka memiliki keyakinan yang salah bahwa yang menyembuhkan mereka adalah obat disamping obat-obatn tersebut tidak bisa dipastikan kehalalannya.
Sebaliknya, Reasulullah mengajarkan bahwa Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Penyembuh. Allah berfirman, “Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.” (Asy Syu’ara:80). Keyakinan ini akan membantu pasien untuk tenang dan dekat kepada Allah yang pada akhirnya akan mempercepat proses kesembuhannya. Itulah sebabnya Rasulullah saw selalu mengajarkan orang yang sakit untuk berdoa kepada Allah Swt. Salah satu doa’ yang matsur adalah do’anya Nabi Yunus : Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minal dhalimiin atau doa sebagai berikut :
“Allahumma rabbannaasi adhibil ba’sa wasyfi antas syaafii laa syifaa’a illaa syifaauka syifaan laa yughaadiru saqma” Ya Allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah,, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit” (HR Bukhari)
2. MENGGUNAKAN OBAT HALALAN WA THOYYIBAN
Prinsip pengobatan dalam Islam yang diajarkan Rasulullah yang kedua adalah Bahwa obat yang dikomsumsi harus halal dan baik. Allah Swt yang menurunkan penyakit, maka dialah yang menyembuhkan. Bila kita menginginkan kesembuhan dari Allah Swt maka media ikhtiar (penggunaan obat) kita haruslah media yang diridhoiNya. Allah melarang kita memasukan barang yang haram dan merusak ke dalam tubuh kita. Allah berfirman:
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “(QS.Al-Maidah: 88)
“…dan janganlah kamu mencampakkan dirimu dalam kebinasaan..” (QS.2:195)
Rasulullah Saw bersabda : “Setiap daging (jaringan tubuh) yang tumbuh dari makanan haram, maka api nerakalah baginya.” (HR At-Tirmidzi)
“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud)
Pengunaan obat yang halal disamping mendatangkan ridlo Allah adalah agar supaya badan tetap sehat. Ibnu Qayim menyatakan bahwa setiap yang haram bukanlah obat. Karena setiap yang haram tidaklah menyembuhkan melainkan akan mendatangkan penyakit baru yakni penyakit hati.
3. TIDAK MENIMBULKAN MUDHARAT
Prinsip pengobatan dala Islam yang ketiga adalah dalam menerapi pasien atau mengkonsumsi obat hendaklah diperhatikan kemudhoratan obat. Seorang dokter muslim akan selalu mempertimbangkan penggunaan obat kepada pasiennya. Untuk penyakit sederhana obatnya adalah obat sederhana (dengan makanan/obat alamiah). Tidak boleh memberikan pasien dengan obat kompleks (obat kimia) sebelum menggunakan obat sederhana dikarenakan obat kompleks bisa memiliki sifat merusak tubuh pasien.
4. PENGOBATAN TIDAK BERSIFAT TBC (TAHAYUL, BID’AH & CHURAFAT)
Pengobatan yang disyariatkan dalam Islam adalah Pengobatan yang bisa diteliti secara ilmiah. Pengobatan dalam Islam tidak boleh berbau syirik (pergi ke dukun, kuburan, dsb). Allah sendiri selalu memberikan pertolongannya (obat) melalui pengetahuan sebab suatu penyakit.
5. SELALU MENCARI YANG LEBIH BAIK (IKHTIAR & TAWAKAL)
Islam mengajarkan bahwa dalam berobat hendaklak mencari obat atau dokter yang lebih baik. Dalam etika kedokteran Islam diajarkan bila ada 2 obat yang kualitasnya sama maka pertimbangan kedua yang harus diambil adalah yang lebih efektif dan tidak memiliki efek rusak bagi pasien. Itulah sebabnya rasulullah menganjurkan kita untuk berobat pada ahlinya. Sabda beliau,
Abu Dawud, An Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits ‘Amr Ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya; katanya: Telah berkata Rasulullah saw:“Barang siapa yang melakukan pengobatan, sedang pengobatannya tidak dikenal sebelum itu, maka dia bertanggung jawab (atas perbuatannya)”

3 METODE PENGOBATAN YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH

Setiap penyakit itu pasti ada obatnya, Rasulullah SAW bersabda dari Jabir radhiayallahu anhu’ Rasulullah saw bersabda :

“setiap penyakit itu pasti ada obatnya. oleh karena itu, barang siapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah Azza wa Jalla dia akan sembuh.” (HR. Muslim dalam Kitab as-Salaam, bab Li kulli Daa-in Dawaa wa Istihbabut Tadaawii, Hadits no. 2204).

            Ada tiga metode pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah saw, yaitu:

1. Metode alamiah; menggunakan herbal atau tanaman obat sebagai pengobatan. Salah satu obat yang dianjurkan Rasulullah saw adalah madu. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Al Quran.”
2. Pengobatan Ilahiah; pengobatan yang dilakukan dengan memanjatkan do’a kepada Allah swt agar diberikan kesembuhan karena segala penyakit tentunya berasal dari takdir Allah swt yang maha kuasa.
3. Metode ilmiah; metode yang diambil berdasarkan ilmu pengetahuan. Pada zaman Rasulullah saw, metode ilmiah yang terkenal adalah bekam. Bekam (al hijamah) adalah pengobatan yang bertujuan untuk membuang darah kotor yang akan mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, bekam juga bertujuan untuk membuang racun yang ada dalam tubuh, meluruskan tulang belakang sehingga gangguan kesehatan dapat diminimalkan. serta membersihkan dan menyeimbangkan suhu dalam tubuh agar terjadi harmonisasi yang menyebabkan seseorang dapat hidup sehat. Pengobatan dengan bekam kini sudah dikembangkan sesuai kemajuan teknologi dan manfaatnya sudah diakui oleh para dokter di rumah sakit.

Mengenal Thibbun Nabawi

thibbun-nabawi1Pengotan Nabi (Thibbun Nabawi) adalah metode pengobatan yang oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengobati penyakit yang di deritanya, atau yang di perintahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya yang sedang sakit untuk melakukan pengobatan. Adapun dasar rujukannya adalah Al-Qur’an dan hadits shahih serta atsar para sahabat melalui jalan yang dapat dipertanggungjawabkan menurut kaidah ilmu hadits.

Metode pengobatan Nabi Muhammad SAW. sangat berbeda dengan metode pengobatan yang lain. Karena pengobatan nabi bersumber langsung dari wahyu, misykat nabi, dan akal yang sempurna. Maka, tentu memiliki derajat kepastian yang meyakinkan dalam mendapatkan kesembuhan di samping memiliki nilai ke-Ilahi-an. Berbeda dengan metode pengobatan lain yang umumnya hanya berdasarkan pikiran, dugaan atau pengalaman semata.

Metode pengobatan nabi ini sangat meyakinkan untuk menjadi sebab kesembuhan suatu penyakit. Karena nabi Muhammad saw. adalah Nabi sekaligus Rasul yang mana semua yang dikerjakan dan diucapkan adalah merupakan wahyu dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul karim: ”Dan tiadalah yang di ucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang di wahyukan (kepadanya).” (QS An-Najm 3-4). Dan dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda: ”Bagi setiap penyakit yang di turunkan Allah SWT ada obatnya yang juga di turunkan-Nya.” (HR. Bukhari).
Dalam sebuah hadits yang lain juga disebutkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ”Setiap penyakit ada obatnya. Apabila suatu obat menepati sasarannya, maka sembuhlah atau hilanglah penyakit itu dengan seizin Allah SWT.” ( HR. Muslim dan Ahmad ).

Nabi Muhammad saw. telah memberi petunjuk tentang banyak obat-obatan, dan mengajarkan cara memanfaatkannya, sehingga memperoleh kesembuhan atas ijin Allah SWT. Diantaranya adalah madu, habbatus sauda, minyak zaitun, pengobatan dengan cara berbekam, ruqyah, dengan do’a dan lain-lain. Namun tidak semua orang mau menerima pengobatan nabi ini, karena mereka menganggap pengobatan nabi adalah pengobatan cara kuno. Bahkan banyak dokter muslim yang menilai pengobatan nabi tidak bermanfaat sama sekali karena tidak ilmiah.

Oleh karena pengobatan nabi ini bersifat wahyu Ilahiah, maka untuk merasakan manfaat yang maksimal kita harus yakin bahwa pengobatan nabi ini benar-benar wahyu dari Allah SWT. Walaupun dokter seluruh dunia bersatu meremehkan dan meragukannya. Karena hanya orang -orang yang memiliki ke-Iman-nan yang kuat yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Yakinlah bahwa pertolongan Allah SWT itu sangat dekat. Semoga bermanfaat dunia dan akhirat. Aamiin. Wallahu a’lam.